Logo of New Apostolic Church


Gereja Kerasulan Baru
Indonesia

Header separator

Gereja Kerasulan Baru Indonesia berusia 130 tahun

nasional — 1 November 2011

Dalam rangka memperingati hari ulang tahun Gereja Kerasulan Baru Indonesia ke-130, GKBI melaksanakan kegiatan Bakti Sosial Donor Darah pada 1 Oktober dan Penghijauan pada 8 Oktober bertempat di Kantor Pusat GKBI, Jl. Ir. H. Juanda No. 7, Bandung. Acara berikutnya adalah Kebaktian dan Puji Nyanyi pada 9 Oktober 2011 di Gereja Andir, yang berlokasi di Jl. Marsda. Nurtanio No. 71, Bandung.

Donor Darah

Pada hari Sabtu, 1 Oktober 2011, sekitar 100 saudara-saudari dari sidang jemaat Andir dan Palasari, Bandung berkumpul di Kantor Pusat GKBI untuk menodorkan darah. Ini adalah kali pertama GKBI menjalin kerjasama dengan Palang Merah Indonesia Kota Bandung. Saudara-saudari sangat antusias untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini. Setelah melalui pemeriksaan kesehatan terhadap para calon pendonor, 57 orang dinyatakan memenuhi syarat untuk diambil darahnya.


Dalam sambutannya, Bapak Ade Koesjanto, Ketua I PMI kota Bandung menekankan, bahwa dengan acara ini GKBI berperan besar dalam kepedulian sosial dalam membantu sesama yang membutuhkan. "Apa yang dilakukan oleh Gereja ini adalah salah satu dari program Kota Bandung". Di akhir sambutannya beliau memberikan selamat kepada GKBI “Dirgahayu Gereja Kerasulan Baru Indonesia yang ke-130, semoga seluruh umatnya semakin kuat dan teguh di dalam iman”.

Penghijauan

Acara Penghijauan yang dilaksanakan pada Sabtu, 8 Oktober 2011 menjadi titik puncak perayaan hari ulang tahun GKBI. Dalam acara tersebut hadir Walikota Bandung, Bapak H. Dada Rosada, SH, M.Si, yang didampingi antara lain oleh Wakil Ketua DPRD Kota Bandung, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama, Bimas Kristen Kemenag Kanwil Prov. Jabar, Kepala Dinas Pertamanan, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas PD Kebersihan dan pejabat-pejabat pemerintah daerah lainnya.

Dalam sambutannya Uskup mengeksplorasi tema kegiatan “Menatap Pasti ke Masa Depan”. Manusia hidup pada dasarnya memiliki 2 harapan utama. Pertama harapan spiritual yaitu kembali kepada Sang Khalik dan kedua harapan yang jasmani yaitu kehidupan sejahtera di bumi. “Masa depan itu tergantung pada masa sekarang. Apa yang terjadi pada masa sekarang itu sangat tergantung pada bagaimana kita mempersiapkannya sejak masa sekarang” ujar Uskup. “Berkenaan dengan itu, kami memberikan bantuan sebanyak 1000 pohon kepada kota Bandung.”

Sementara itu Walikota Bandung dalam sambutannya berharap agar kegiatan ini bukan sekedar menunjukkan kepedulian kepada sesama dan lingkungan, tetapi juga memupuk semangat kekeluargaan dengan saudara-saudara kita yang menganut kepercayaan berbeda.


“GKBI sebagai bagian dari komponen masyarakat Kota Bandung memiliki peran yang cukup penting dalam menciptakan komunitas yang aman, damai dan kondusif” demikian Walikota Bandung menegaskan.

Pada akhir sambutannya ia berharap “kegiatan ini akan mengukuhkan peran Bandung sebagai kota agamis, yang ditegakkan oleh setiap ormas keagamaan dan umat yang berdiri di belakangnya” dan “GKBI berdiri di barisan terdepan dalam merekat semangat persatuan dan kesatuan”.

Pada akhir acara Badan Pengurus GKBI, Uskup Samuel H. Tansahtikno menyerahkan 1000 pohon secara simbolis kepada Walikota Bandung, Bapak H. Dada Rosada. Selanjutnya mereka bersama-sama menanam pohon di depan Kantor Pusat GKBI. Selain di depan Kantor, GKBI juga menanam pohon di sekitar gereja kita di Andir, Jl. Marsda Nurtanio No. 71 dan di Palasari, Jl. Palasari No. 7, Bandung.

Kebaktian dan Puji Nyanyi

Titik puncak berikutnya adalah Kebaktian dan Puji Nyanyi yang dilaksanakan pada Minggu, 9 Oktober 2011 di gereja Andir. Uskup Samuel H. Tansahtikno mendasari kebaktian dengan nas dari

Roma 15:13 Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan.


Setelah kebaktian, acara dilanjutkan dengan Puji Nyanyi di mana seluruh sidang jemaat dari anak-anak Sekolah Minggu, remaja, saudara-saudari sampai pemangku jawatan dan istri mempersembahkan puji-pujian: paduan suara, permainan biola, keroncong dan angklung massal. Uskup Samuel sangat terkesan oleh penampilan polos dan lugu anak-anak yang menyanyikan lagu “Happy Birthday My Church”. Apa yang keluar dari mulut anak-anak adalah ungkapan dari dalam hati mereka yang murni. Itu sangat menyentuh perasaan setiap orang hadir. Pada akhir acara Uskup meminta mereka untuk sekali lagi membawakan lagu tersebut.

Teks: Willie Bernardi dan Eko H. Kriswanto