Logo of New Apostolic Church


Gereja Kerasulan Baru
Indonesia

Glory be to God our Father
Header separator

HKM Berbalut Teknologi Gawai

regional — 1 November 2016

Hari Kaum Muda (HKM) dua Sub-distrik, yakni DKI Timur dan Jawa Barat pada 29 dan 30 Oktober 2016 menyuguhkan hal berbeda. Suatu rangkaian kegiatan yang penuh dengan kegembiraan, penyaluran bakat dan talenta, kebersamaan dan penguatan iman yang dipadu dengan teknologi gawai.

Sebanyak 250 kaum muda berkumpul di Wisma Shalom, Lembang, Bandung pada Sabtu pagi yang sejuk dan cerah. Acara yang diinisiasi oleh kedua Evangelist Distrik, yakni Eko Susilo Hadi (DKI Timur) dan Tri Bensya Hardani (Jawa Barat) ini menggunakan sarana kode QR dalam pelaksanaannya, di antaranya proses registrasi dan beberapa segmen acara di dalamnya.

“Pakeiman Go”, terinspirasi dari permainan “Pokémon Go™”, adalah salah satu segmen acara HKM yang menggunakan teknologi kode QR sebagai kunci dalam mengikuti permainan-permainan yang disuguhkan. Para peserta memindai kode-kode QR yang diberikan dengan aplikasi pemindai kode QR dan mereka akan dihubungkan ke sebuah situs berisi petunjuk permainan. Kemudian, para peserta juga berkesempatan memilih “Pangeran dan Putri HKM” dengan menggunakan teknologi ini.

Rasul Edy Isnugroho yang membuka acara tersebut menekankan tema acara, yakni “Realisasi Diri Di Dalam Kristus”. Ia memahami bahwa kaum muda membutuhkan wadah untuk mengekspresikan dirinya dalam hal-hal yang menyenangkan, namun ia juga menegaskan bahwa hendaknya hal itu tetap berada di dalam koridor yang sesuai dengan pengajaran Tuhan.

Penyerahan diri yang sepenuhnya

Kebaktian kaum muda yang didasari nas dari Matius 25:40 dan dihadiri oleh 344 jiwa menjadi puncak kegiatan HKM. Rasul Edy Isnugroho mengingatkan Janji Konfirmasi yang diucapkan kaum muda dengan menyoroti kata-kata "... dan menyerahkan diriku kepada Engkau, ya Allah Tritunggal..." Suatu penyerahan diri yang sepenuhnya hanya dapat dilakukan jika orang mengasihi orang lain, demikian ditegaskan Rasul, “Kasih kita kepada Tuhan dibuktikan dengan kasih kita kepada milik Tuhan dan sesama. Kasih yang bermula dari iman harus dinyatakan dalam perbuatan yang nyata.”

Rasul Edy menyatakan bahwa contoh-contoh yang disebutkan oleh Tuhan Yesus di dalam nas, yakni memberi makan kepada yang lapar dan minum kepada yang haus; menerima orang asing; memberi pakaian kepada yang telanjang; menjenguk yang sakit dan yang dalam penjara; berlaku dalam arti yang jasmani dan rohani kepada saudara-saudari sekepercayaan, orang lain dan termasuk jiwa-jiwa di alam barzah yang belum dilepaskan.

Teks: Edy Isnugroho & Willie Bernardi