Logo of New Apostolic Church


Gereja Kerasulan Baru
Indonesia

Header separator

Kebaktian Istimewa di Gombong

nasional — 17 Desember 2010

Sebagaimana yang telah dijadwalkan, Rasul Distrik mengunjungi daerah Kedu pada 6-7 November 2010, bertepatan dengan dengan Kebaktian Istimewa. Hal ini mendatangkan kesukaan yang besar bagi anak-anak Allah di daerah Kedu. Sebelum Kebaktian Istimewa, pada hari Sabtunya diadakan Kebaktian Pemangku Jawatan dan Istri serta para Tenaga Pengajar yang kemudian dilanjutkan dengan acara renungan dan puji nyanyi persiapan Kebaktian Istimewa.

Kebaktian Pemangku jawatan, istri, dan tenaga pengajar

Pada kebaktian ini Rasul Distrik mengambil nas dari sebagian

Zakaria 1 : 14 "Sangat besar usahaKu untuk Yerusalem dan Sion"

Dalam pelayanannya Rasul Distrik menyampaikan akan pentingnya peranan istri dalam melaksanakan pekerjan Allah. Demikian juga pemangku jawatan dalam melakukan pekerjaan Allah janganlah menggunakan kemampuan yang ada dalam dirinya sendiri, tetapi hendaknya berdasarkan pengandalan kepada Allah. Dalam kebaktian ini Rasul Edy Isnugroho dan Samuel juga ikut melayani

Rasul Distrik Urs Hebeisen dan penterjemah dalam memberikan renungan

Rasul Distrik Urs Hebeisen dan penterjemah dalam memberikan renungan

Malam Renungan dan Puji Nyanyi persiapan Kebaktian Istimewa

Rasul Distrik berkenan menyampaikan akan perlunya persiapan serta doa-doa yang khusyuk untuk boleh mengundang jiwa-jiwa di alam baka agar ambil bagian dalam pelayanan Allah di Kebaktian Istimewa. Untuk menyesuaikan hati dan jiwa saudara-saudara serta para hamba Allah, pada malam renungan ini juga dilaksanakan Puji Nyanyi yang diikuti oleh anak-anak dan paduan suara umum.

Suasana acara Puji Nyanyi

Suasana acara Puji Nyanyi

Kebaktian Istimewa

Kebaktian Istimewa dilaksanakan di sidang Gombong dan dihadiri oleh 1.292 jiwa, termasuk didalamnya para pemangku jawatan distrik Cilacap dan Banyumas.

Suasana Kebaktian Istimewa

Suasana Kebaktian Istimewa

Dalam khotbahnya, Rasul Distrik menyampaikan bahwa kelepasan jiwa-jiwa yang telah ada di alam baka hanya dapat dilaksanakan menurut hukum Allah. Untuk memperoleh kelepasan itu Allah telah menetapkan bahwa jiwa-jiwa tersebut harus mendapatkan kelahiran baru melalui air dan roh. Kelahiran baru melalui air dan roh adalah prasyarat mutlak bagi semua jiwa, baik yang masih dibumi maupun di alam baka, untuk dapat bersekutu dengan Kristus.

Teks dan Foto: Panca Prasetya