Logo of New Apostolic Church


Gereja Kerasulan Baru
Indonesia

Glory be to God our Father
Header separator

Kebaktian Istimewa di Sidang Jemaat Depok

regional — 9 Juli 2016

Kebaktian Istimewa di dalam Gereja Kerasulan Baru bukanlah hal yang mistis. "Kita berhati-hati, menghindar untuk membicarakan dan memikirkan tentang penglihatan-penglihatan atau mimpi-mimpi, atau spekulasi apapun tentang alam barzakh", demikian dinyatakan Rasul Kepala dalam pandangan Kebaktian Istimewa yang dirayakan Minggu lalu. Tema kebaktian sedemikian adalah murni rohani. Allah menawarkan keselamatan kepada orang yang telah meninggal dan yang hidup! Semuanya tentang ini. Keselamatan untuk semua manusia, tanpa memandang apakah hidup di bumi atau hidup di alam rohani orang yang telah meninggal.

Konser setelah Kebaktian Pemangku Jawatan dan Istri

Konser setelah Kebaktian Pemangku Jawatan dan Istri

Pandangan kepada peserta Kebaktian Istimewa

Pandangan kepada peserta Kebaktian Istimewa

Rasul Distrik Urs Hebeisen (kiri) dan Uskup Samuel H. Tansahtikno pada mezbah di Kebaktian Istimewa

Rasul Distrik Urs Hebeisen (kiri) dan Uskup Samuel H. Tansahtikno pada mezbah di Kebaktian Istimewa

Kebaktian dengan sakramen-sakramen bagi orang meninggal yang kedua pada tahun ini dirayakan di gereja Depok pada Minggu, 3 Juli 2016. Para Rasul dan Uskup dari Indonesia, Rasul Desoloc dan Oudste Distrik Beliot (dari Filipina) yang mewakili Rasul Diagbel yang dihalangi oleh sebuah kecelakaan, sudah berkumpul pada Sabtu pagi dan membahas penerapan "Hidup di dalam Roh – Berjalan di dalam Roh" bagi jiwa-jiwa yang telah meninggal. Bersama dengan Rasul Distrik, sebuah kebaktian untuk semua pemangku jawatan dan istri dari Jakarta dan sekitarnya menyusul, "Kerja tim dari Musa, Harun, Hur dan Yosua (Keluaran 17:11-12) membawa kemenangan untuk Israel", demikian dijelaskan Rasul Distrik. Kerja tim kita saat ini akan membawa kita kemenangan bersama Kristus.

Pemberian sakramen kepada jiwa-jiwa di alam barzakh

Pemberian sakramen kepada jiwa-jiwa di alam barzakh

Konser setelah Kebaktian Pemangku Jawatan dan Istri

Konser setelah Kebaktian Pemangku Jawatan dan Istri

Konser setelah Kebaktian Pemangku Jawatan dan Istri

Konser setelah Kebaktian Pemangku Jawatan dan Istri

Gereja Depok penuh untuk kebaktian besar pada Minggu pagi. Konsep gembala sudah ada di dalam Perjanjian Lama, suatu gambaran untuk perawatan Allah yang mengasihi (Yehezkiel 34:12). Yesus Kristus sendiri berkata "Akulah gembala yang baik" (Yohanes 10:11). Gembala yang baik yang memberikan nyawa-Nya bagi domba-domba-Nya! Yesus ingin menolong semua pendosa dan Ia pergi menjangkau jauh kepada yang terakhir dan hilang dan yang sendirian. Memikirkan orang banyak yang membutuhkan keselamatan juga di alam sana, itu tetaplah seorang individu "....Aku akan mencari domba-Ku..."" Pusat perhatian kita hendaknya pada kelompok besar umat manusia, namun marilah kita berkonsentrasi, bahkan juga di antara yang hidup pada yang satu dan satu-satunya tercerai-berai pada suatu hari yang berkabut dan gelap”. Kita dipanggil untuk memberitakan firman-Nya dan menunjukkan kasih-Nya kepada semua.