Gereja Kerasulan Baru
Indonesia
Outbond Pemangku Jawatan di Lembang
regional — 19 August 2010
Lebih dari 40 pemangku jawatan dari Distrik Jawa Barat berkumpul di Pine Forest Camp, Lembang pada Minggu sore, 15 Agustus 2010. Di sana mereka mengadakan outbond dua hari di bawah tema "Self Enlightment".
"Saya senang sekali bertemu dengan Anda sekalian" demikianlah psikolog Dr. Sukmayanti Ranadireksa yang biasa dipanggil Ibu Anti, menyambut para peserta yang sebagian masih dikenal dengan baik olehnya. Ini adalah outbond kedua setelah bulan Agustus 2009. Dalam dua hari ke depan kita akan mengekspolarasi tema, berusaha mengenali diri sendiri dan memperbaiki kelemahan-kelemahan atau kekurangan-kekurangan, demikian Ibu Anti menutup sambutannya.
21 bintang
Ibu Anti mempresentasikan materi-materi dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami. Ia mengajak para peserta untuk ikut terlibat secara aktif dalam setiap presentasi. Pada akhir pertemuan dicatat ada 21 karakter yang hendaknya bersinar di dalam diri setiap peserta. Ia menamakannya 21 bintang: kepedulian, setia, sabar, fokus, disiplin, kebersamaan, jujur, optimis dll.
Dr. Sukmayanti Ranadireksa menyampaikan pengarahan kepada para peserta
Kemudian diputar film yang bercerita tentang perjuangan seorang gadis Korea bernama Hee Ah Lee yang menderita Lobster Claw Syndrome (hanya memiliki dua jari di setiap tangan) dan mengalami keterbelakangan mental. Di dalam segala keterbatasannya ia menemukan dan mengasah talentanya yang luar biasa. Ia menjadi pianis yang handal.
Saat mata kita tertutup, kita hanya bisa mengandalkan mereka yang menuntun kita
Acara berikutnya adalah berbagai permainan dan simulasi yang memotivasi dan yang membangkitkan semangat.
"Terima kasihku"
Pada keesokan harinya adalah hari yang penuh kegiatan. Dikelilingi pohon-pohon pinus yang menjulang tinggi dan di atas permadani rumput yang hijau para pemangku jawatan mengadakan olahraga pagi. Kegiatan ini adalah awal dari berbagai acara yang telah tercantum di dalam jadwal: permainan singgasana kerajaan baik individu maupun kelompok, mata tertutup, membentuk lingkaran dengan pita, permainan bola kecil. Semua permainan tersebut diikuti dengan penuh antusias oleh para pemangku jawatan.
Kerjasama, ketelitian dan kesabaran dibutuhkan untuk menyeleasaikan permainan ini
Pada bagian akhir kegiatan setiap peserta membuat kenang-kenangan dalam bentuk tulisan dan gambar di atas sebuah kanvas, yang mengingatkan kegiatan tersebut. Itu adalah tekad, komitmen, harapan, ketetapan hati dan resolusi masing-masing pemangku jawatan. Dua tangan yang sedang berjabatan dihiasi oleh taburan kata-kata dan kalimat-kalimat yang membangun misalnya "Manunggal", "Bersama Yesus Mulia Hidupku", "Bekerja untuk Tuhan Yesus", "Selalu Berani Maju", "Talenta + 21 Bintang = Goal", "Jadilah Contoh Teladan" dll
Uskup Samuel dan para peserta berfoto bersama dengan membawa canvas berisi resolusi mereka
Sebagai penutup kepada setiap peserta diberikan tiga carik kertas dan diminta untuk menulis di atasnya, kepada siapa ia ingin mengucapkan terima kasih. Momen ini menjadi titik puncak acara. Dengan penuh haru dan tidak jarang dengan berlinangan air mata para peserta mendengarkan ucapan terima kasih kata demi kata dari orang-orang yang mengasihinya. "Terima kasih, kami boleh memiliki engkau. Engkau menjadi teladan bagiku di dalam kepercayaan, kemenurutan dan kesetiaan. Sekali lagi terima kasih, sahabatku."
"Pine Forest Camp adalah sebuah camping ground exclusive, yang didirikan pada September 2003. Dengan ketinggian 1200 dpl dan lingkungan yang asri dan dikelilingi pohon pinus, tempat ini merupakan lokasi yang representatif untuk camping, family/company gathering, team building, outbond traning dll."
