Logo of New Apostolic Church


Gereja Kerasulan Baru
Indonesia

Header separator

Rasul Distrik di Surakarta

nasional — 13 Desember 2010

Pada hari Kamis, 04 November 2010 Rasul Distrik Urs Hebeisen melayani anak-anak Allah di distrik Surakarta. Kebaktian yang diadakan di Aula SMA 1 Kristen Klaten. Dasar pelayanan diambilkan dari

Galatia 6:7 "Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya"

351 jiwa dari delapan sidang jemaat wilayah kerja Evangelist Distrik Sumanto ini ikut ambil bagian di dalamnya.

Anak-anak menyambut kedatangan para Rasul

Anak-anak menyambut kedatangan para Rasul

Dalam awal khotbahnya Rasul Distrik Urs Hebeisen berterimakasih karena saudara-saudari telah mengambil waktu untuk datang dalam kebaktian dan telah mempersiapkan segalanya walaupun hari itu merupakan hari kerja. "Saya tahu engkau tidak mengorbankan waktumu untukku. Engkau dan saya telah datang bersama-sama untuk mengalami persekutuan, kemanunggalan dengan Yesus Kristus, untuk mendengar suara Bapa Surgawi dan saya menjamin, memastikan engkau, percayalah!" Rasul Distrik memberikan pesan bahwa kita membutuhkan kekuatan melalui firman, sakramen dan bentuk yang lain. Kita melihat, kita mendengar banyak sekali keadaan-keadaan yang sulit. Malapetaka, bencana, kadang-kadang maut makin mendekat dan itu tidak akan berubah.

Rasul Distrik Urs Hebeisen dan Rasul Edy Isnugroho pada mezbah

Rasul Distrik Urs Hebeisen dan Rasul Edy Isnugroho pada mezbah

Rasul Paulus berkata mengenai duri dalam daging. Dan ia ingin tawaran Allah. Ia katakan kepada Tuhan duri dalam dagingnya dicabut. Aku akan memberikan, aku akan bisa melayani Tuhan, tetapi ia menerima jawaban, kasih karunia-Ku cukuplah bagimu. Kasih karunia Allah cukup kuat, kasih karunia itu harus diterima dan diambil. Kasih karunia Allah itu harus dikenali dan kita harus tahu, tanpa itu kita tidak akan dapat berbuat apapun. Paulus juga mengatakan: "Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan", Bapa surgawi kita penuh kasih. Ia suka mengampuni, tetapi kita tidak bisa bermain-main dengan Allah. Sebagai anak-anak Allah, kita ingin memperhatikan peringatan ini, jangan tertipu! Dikatakan dengan jelas bahwa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya. Segala sesuatu yang kita lakukan, kita pikirkan, kita pegang memiliki akibatnya. Jika kita ingin mengalami panen yang banyak, kita harus menabur benih yang banyak pula. Dari mana kita mendapatkan benih itu? Banyak benih yang kita dapatkan dari kepercayaan kita. Itu yang pertama-tama ingin kita tabur, bukan keragu-raguan. Kita ingin menaburkan harapan, juga kasih dan kita akan menabur banyak dari hal-hal tersebut.

Suasana kebaktian

Suasana kebaktian

Dalam pelayanan ini Oudste Distrik Triyanto dan Rasul Edy Isnugroho diperkenankan untuk membantu melayani, sekitar pukul 18.00 kebaktian selesai saudara-saudari merasakan kesukaan yang besar atas pelayanan ini.

Teks dan Foto: Yohan Martin