Logo of New Apostolic Church


Gereja Kerasulan Baru
Indonesia

Header separator

Penjelasan Terperinci Syahadat Gereja Kerasulan Baru

Tiga pasal kepercayaan yang pertama dari Syahadat Kerasulan Baru sebagian besar sesuai dengan "Apostolikum", yaitu pengakuan yang sangat dihargai oleh Gereja Katolik Roma dan Gereja Protestan

Ketika kekristenan semakin menyebar ke seluruh Kekaisaran Romawi, banyak orang Kristen, setidak-tidaknya sebagian, tetap berakar dalam pandangan-pandangan agama atau filosofis mereka sebelumnya. Penyatuan pandangan-pandangan ini dengan ajaran Kristen menghasilkan ajaran sesat, yang membingungkan orang-orang percaya. Untuk melawan perkembangan ini, syahadat kepercayaan harus dirumuskan, yang mengikat untuk kepercayaan sidang-sidang jemaat dan dengan demikian juga untuk kepercayaan setiap orang. Ukuran apakah suatu pernyataan tentang hakikat dan pekerjaan Allah dapat dimasukkan ke dalam pengakuan-pengakuan kepercayaan, adalah kesesuaiannya denganajaran Kristus dan para Rasul-Nya.

Dasar Apostolikum adalah sebuah pengakuan baptisan Romawi dari abad ke-2. Pernyataan-pernyataan pokok Apostolikum berdasarkan pada khotbah yang disampaikan oleh Rasul Petrus di rumah Kornelius (Kis 10: 37-43). Jadi isinya menunjuk pada kekristenan awal dan pada pemberitaan Rasul-Rasul awal.

Dasar lebih lanjut Syahadat Kerasulan Baru adalah Syahadat Nicea-Konstantinope, yang dianggap memiliki otoritas yang sama di antara semua gereja Kristen. Pada tahun 325, Kaisar Konstantin mengundang Konsili Nicea. Persekutuan kekristenan berada dalam bahaya karena pertengkaran mengenai pribadi dan hakikat Kristus. Kaisar mencari suatu rumusan pernyataan yang mengikat dan diterima oleh semua mengenai hubungan antara Allah, Bapa, dan Allah, Putra. Pada Konsili Nicea, akhirnya dinyatakan bahwa Yesus Kristus adalah "Allah dari Allah, Terang dari Terang, Allah yang sejati dari Allah yang sejati, diperanakkan, bukan dibuat, sehakikat hakekat dengan Sang Bapa". Pada Konsili Konstantinopel (381), pernyataan kepercayaan ini juga diterapkan pada Roh Kudus. "Syahadat Nicea-Konstantinopel" berdasarkan pada pernyataan-pernyataan kedua konsili pertama ini. Dari hal ini, syahadat ini juga merupakan salah satu teks dasar dari kepercayaan Kristen sekarang ini. Kepercayaan kepada Allah, Bapa, Putra, dan Roh Kudus di dalam Syahadat Nicea-Konstantinopel sesuai dengan kesaksian Perjanjian Baru.

Sepuluh Pasal Kepercayaan kita tidak dimaksudkan untuk menggantikan atau melemahkan syahadat-syahadat Gereja kuno, melainkan lebih untuk mengekspresikan kepercayaan Kerasulan Baru dengan tepat.

Setiap pasal dari sepuluh Pasal Syahadat Kerasulan Baru dimulai dengan kata-kata "Saya percaya", sehingga jelas bahwa ini juga merupakan syahadat pribadi dari seorang Kristen Kerasulan Baru

» Untuk penjelasan lebih lengkap silahkan klik disini.