Gereja Kerasulan Baru
Indonesia
Struktur dan Jawatan
Sejak Pentakosta 2005, Wilhelm Leber diangkat menjadi Rasul Kepala Gereja Kerasulan Baru. Ia memimpin Gereja yang berkantor pusat di Zurich, Swiss. Wilhelm Leber berkebangsaan Jerman dan Rasul Kepala kedelapan sejak berdirinya Gereja. Posisinya dapat dibandingkan dengan posisi Petrus dalam lingkungan para rasul lebih dari 2.000 tahun yang lalu.
Rasul Distrik mengepalai Daerah Gereja
Mereka yang bekerja paling dekat dengan Rasul Kepala adalah para Rasul Distrik. Mereka adalah kepala daerah gereja yang berbeda dan dibantu oleh para Rasul lainnya. Bersama-sama dengan Rasul Kepala mereka memelihara kemanunggalan dalam pengajaran gereja dan perawatan jiwa.
Konferensi Internasional Pengembangan Gereja
Rasul Kepala dan para Rasul bertemu secara teratur untuk berkonsultasi satu sama lain pada masalah-masalah gereja internasional yang signifikan. Setiap tiga tahun semua Rasul berkumpul untuk sidang umum internasional.
Para Pemangku Jawatan membantu para Rasul
Para Uskup, Oudste (Penatua) dan Evanglist Distrik membantu para Rasul dalam memenuhi kewajiban daerah mereka. Sidang jemaat adalah pusat kehidupan beragama. Mereka berada dalam pemeliharaan Herder (Gembala), Evanglist, Priester yang ditugaskan oleh para Rasul. Para penghantar darisidang jemaat yang dibantu oleh Priester, Diaken dan Diaken pembantu.
Lebih dari Sepuluh Juta anggota Kerasulan Baru di dunia
Gereja Kerasulan Baru didirikan di hampir semua negara di dunia ini. Di seluruh dunia terdapat lebih dari sepuluh juta anggota dari semua kelompok usia dan bidang masyarakat.
Kepercayaan Kerasulan Baru dalam kehidupan sehari-hari
Perilaku orang Kerasulan Baru dalam lingkungan pribadi mereka ditandai dengan keinginan untuk memimpin hidup mereka sesuai dengan kehendak Tuhan. Ini berarti untuk memperlakukan semua orang dengan hormat dan kesediaan untuk membantu.
Tugas Gereja
Gereja Kerasulan Baru memahami dirinya sebagai gereja Kristus, identik dengan jemaat-jemaat kerasulan pada waktu rasul-rasul yang pertama. Kitab Suci, bersama-sama dengan hikmat dari Roh Kudus, menjadi dasar ajarannya, yang tujuannya adalah untuk menyatakan rencana keselamatan Allah dan mempersiapkan jiwa-jiwa yang percaya untuk kedatangan Tuhan.
Gereja Kerasulan Baru mengakui bahwa tugasnya adalah untuk memperkenalkan semua orang dengan firman dan perintah-perintah Allah, untuk melaksanakan sakramen Baptisan Suci, Kemetraian Suci, dan Perjamuan Suci, dan untuk melakukan tindakan berkat. Merawat anggotanya dan menumbuhkan kepercayaan Kerasulan Baru sesuai dengan pengajaran. Hal ini dinyatakan terutama dalam bentuk kebaktian rutin, perawatan jiwa, dan kerja sosial dalam semangat kasih persaudaraan.
Tentang GKB
- Gambar Diri
- Visi dan Misi
- Melayani dan Memimpin
- Kebaktian
- Tiga Sakramen
- Perawatan Jiwa
- Struktur dan Jawatan
- Rasul Kepala
- Rasul Distrik dan Rasul
- Wilayah Rasul Distrik
- GKB Indonesia
- Anggota dan Jawatan
- Kegiatan Gereja
- Sejarah Gereja Kerasulan Baru
- Sejarah GKB Indonesia
- Syahadat Kepercayaan
- Penjelasan Terperinci
